MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK
(PRINSIP-PRINSIP SIKLUS ANGGARAN )








DISUSUN OLEH :
HAMDI
NIM : 14.2.1.002



FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM
TAHUN 2016


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “PRINSIP-PRINSIP SIKLUS ANGGARAN”
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.


Mataram,  Oktober 2016


HAMDI













DAFTAR ISI

KATA PENGATAR ...............................................................................................
DAFTAR ISI ............................................................................................................
BAB I .......................................................................................................................
PENDAHULUAN ...................................................................................................
a.    Latar Belakang ..............................................................................................
b.    Rumusan Masalah ........................................................................................
BAB II ......................................................................................................................
PEMBAHASAN .....................................................................................................
A.   Definisi Anggaran ..........................................................................................
B.   Peran Anggaran  ............................................................................................
C.   Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah ..........................................
D.   Fungsi Anggaran Sektor Publik .................................................................
E.   Jenis-jenis Anggaran Sektor Publik .........................................................
1.    Anggaran operasional  ................................................................................
2.    Anggaran modal /investasi .........................................................................
3.    Anggaran tentative .......................................................................................
4.    Anggaran Enacted ........................................................................................
5.    Anggaran dana umum  ................................................................................
6.     Anggaran dana khusus ...............................................................................
7.    Anggaran Tetap ............................................................................................
8.    Anggaran fleksibel ........................................................................................
9.    Anggaran eksekutif ......................................................................................
10.  Anggaran legislative ...................................................................................
11.  Anggaran bersama ......................................................................................
12. Anggaran komitte .........................................................................................




F.    Prinsip-prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran ......................................
1.      Tahap persiapan anggaran ....................................................................
2.      Tahap Ratifikasi Anggaran .....................................................................
3.      Tahap Pelaksanaan Anggaran ..............................................................
4.      Tahap Pelaporan dan Evaluasi Anggaran .........................................
KESIMPULAN .............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................
























BAB I
PENDAHULUAN


a.    Latar Belakang
Penganggaran merupakan rencana keuangan yang secara sistematis menunjukan alokasi sumber daya manusia, material, dan sumber daya lainnya. Berbagai variasi dalam sistem penganggaran pemerintah dikembangkan untuk melayani berbagai tujuan termasuk pengendaalian keuangan, rencana manajemen, prioritas dar penggunaan dana dan pertanggungjawaban kepada publik. Penganggaran berbasis kinerja diantaranya menjadi jawaban untuk digunakan sebagai alat pengukuran dan pertanggungjawaban kinerja pemerintah.

b.    Rumusan Masalah
1.    Apa itu Anggaran?
2.    Bagaimana Peran dan Fungsi Anggaran ?
3.    Bagaimana Prinsip-prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran?
4.    Bagaimana Tahapan Persiapan Anggaran ?











BAB II
PEMBAHASAN

A.   Definisi Anggaran
Anggaran adalah sebuah isu utama dalam semua organisasi di akuntansi sektor publik. Penganggaran adalah kegiatan universal dan penting pemerintah.Ini adalah kunci untuk perencanaan dan pengendalian pada semua tingkatan kegiatan pemerintah. Ada banyak definisi dari anggaran. Anggaran adalah rencana keuangan untuk masa depan". Definisi lain yang tampaknya lebih tepat untuk otoritas publik yang ditetapkan oleh CIPFA (, 1986 hal.1) bahwa " anggaran dan kuantitatif laporan keuangan yang disiapkan sebelum jangka waktu tertentu kebijakan yang akan ditempuh selama waktu untuk tujuan mencapai sebuah "tujuan tertentu. Menurut Coe (1989) anggaran merupakan proyeksi pendapatan pada masa mendatang dan pengeluaran dan juga dapat dilihat sebagai rencana untuk belanja dan menerima dana.

B.   Peran Anggaran
Dari definisi anggaran di atas, anggaran dapat dilihat untuk memainkan beberapa peran yang berbeda. Mereka mungkin dirancang untuk mencapai beberapa tujuan. Otley (1987) dikategorikan tujuan-tujuan yang berbeda dan peran anggaran menjadi lima kelompok luas;, peramalan dan perencanaan, koordinasi dan komunikasi, motivasi, dan kinerja. Evaluasi otorisasi Sementara itu, Jones & Pendlebury (1996) menunjukkan bahwa fungsi utama anggaran yang tersedia menentukan pendapatan dan pengeluaran, membantu dalam pembuatan kebijakan dan perencanaan, otorisasi pengeluaran di masa depan, menyediakan dasar untuk mengendalikan pendapatan dan pengeluaran, menetapkan standar untuk mengevaluasi kinerja, memotivasi manajer dan karyawan, dan mengkoordinasikan kegiatan-tujuan organisasi multi.

C.   Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah
Kebijakan fiskal adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekonomi melalui sistem pengeluaran atau sistem perpajakan untuk mencapai tujuan tertentu. Alat utama kebijakan fiskal adalah anggaran. Anggaran merupakan alat ekonomi terpenting yang dimiliki pemerintah untuk mengarahkan perkembangan sosial dan ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anggaran sektor publik harus dapat memenuhi kriteria berikut:
1.    Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat
2.    Menentukan penerimaan dan pengeluaran departemen-departemen pemerintah, Pemprov atau Pemda. 
Keputusan anggaran yang dibuat pemerintah daerah dan propinsi seharusnya dapat merefleksikan prioritas pemerintah daerah atau pemerintah propinsi dengan baik. Anggaran sektor publik penting karena beberapa alasan yaitu:
1.    Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat
2.    Anggaran diperlukan karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tak terbatas dan terus berkembang, sedangkan sumber daya yang ada terbatas. Anggaran diperlukan karena adanya masalah keterbatasan sumber daya (scarcity of resources), pilihan (choice), dan trade offs.
3.    Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggungjawab terhadap rakyat. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrumen pelaksana akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada.


D.   Fungsi Anggaran Sektor Publik

Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama yaitu:
a.    Anggaran sebagai alat perencanaan (planning tool)
Anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah, berapa biaya yang dibutuhkan, dan berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerintah tersebut.  Anggaran sebagai alat perencanaan digunakan untuk:
-       Merumuskan tujuan serta sasaran kebijakan agar sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan;
-       Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi serta merencanakan alternatif sumber pembiayaannya;
-       Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah disusun;
-       Menentukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi.
b.    Anggaran sebagai alat pengendalian
Anggaran sebagai instrumen pengendalian digunakan untuk menghindari adanya overspending, underspending, dan misapropriation dalam pengalokasian anggaran pada bidang lain yang bukan merupakan prioritas. Anggaran merupakan alat untuk memonitor kondisi keuangan dan pelaksanaan operasional program atau kegiatan pemerintah.
Sebagai alat pengendalian manajerial, anggaran sektor publik digunakan untuk meyakinkan bahwa pemerintah mempunyai uang yang cukup untuk memenuhi kewajibannya. Selain itu, anggaran digunakan untuk memberi informasi dan meyakinkan legislatif bahwa pemerintah bekerja secara efisien, tanpa ada korupsi dan pemborosan. Pengendalian anggaran publik dapat dilakukan melalui empat cara yaitu:
-       Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan
-       Menghitung selisih anggaran (favourable and unfavourable variances)
-       Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan atas suatu varians
-       Merevisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya.
c.       Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal
Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal pemerintah digunakan untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui anggaran publik tersebut dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah sehingga dapat dilakukan prediksi-prediksi dan estimasi ekonomi. Anggaran dapat digunakan untuk mendorong, memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
d.      Anggaran sebagai alat politik
Pada sektor publik, anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif atas penggunaan dana publik untuk kepentingan tertentu. Pembuatan anggaran publik membutuhkan political skill, coalition building, keahlian bernegosiasi, dan pemahaman tentang prinsip manajemen keuangan publik oleh para manajer publik. Manajer publik harus sadar sepenuhnya bahwa kegagalan dalam melaksanakan anggaran yang telah disetujui dapat menjatuhkan kepemimpinannya, atau paling tidak menurunkan kredibilitas pemerintah.
e.       Anggaran sebagai alat koordinasi dan komunikasi
Setiap unit kerja pemerintahan terlibat dalam proses penyusunan anggaran. Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintahan. Anggaran publik yang disusun dengan baik akan mampu mendeteksi terjadinya inkonsistensi suatu unit kerja dalam pencapaian tujuan organisasi. Di samping itu, anggaran publik juga berfungsi sebagi alat komunikasi antar unit kerja dalam lingkungan eksekutif. Anggaran harus dikomunikasikan ke seluruh bagian organisasi untuk dilaksanakan.
f.       Anggaran sebagai alat penilaian kinerja
Anggaran merupakan wujud komitmen dari budget holder (eksekutif) kepada pemberi wewenang (legislatif). Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran dan efisiensi pelaksanaan anggaran. Kinerja manajer publik dinilai berdasarkan berapa yang berhasil ia capai dikaitkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Anggaran merupakan alat yang efektif untuk pengendalian dan penilaian kinerja.
g.      Anggaran sebagai alat motivasi
Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan stafnya agar bekerja secara ekonomis, efektif, dan efisien, dalam mencapai terget dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Agar dapat memotivasi pegawai, anggaran hendaknya bersifat challenging but attainable atau demanding but achieveable. Maksudnya adalah target anggaran hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi, namun juga jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah untuk dicapai.
h.      Anggaran sebagai alat untuk menciptakan ruang publik
Kelompok masyarakat yang terorganisir akan mencoba mempengaruhi anggaran pemerintah untuk kepentingan mereka. Kelompok lain dari masyarakat yang kurang terorganisasi akan mempercayakan aspirasinya melalui proses politik yang ada. Pengangguran, tuna wisma, kelompok lain yang tak terorganisasi akan dengan mudah dan tidak berdaya mengikuti tindakan pemerintah. Jika tidak ada alat untuk menyampaikan suara mereka, maka mereka akan mengambil tindakan dengan jalan lain seperti dengan tindakan massa, melakukan boikot, vandalisme, dsb.


E.   Jenis-jenis Anggaran Sektor Publik

1.    Anggaran operasional
Anggaran operasional digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan. Pengeluaran pemerintah yang dapat dikategorikan dalam anggaran operasional adalah “Belanja Rutin”. Belanja rutin (reccurent expenditure) adalah pengeluaran yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran dan tidak dapat menambah aset atau kekayaan bagi pemeintah. Disebut “rutin” karena sifat pengeluaran tersebut berulang-ulang ada setiap tahun. Secara umum, pengeluaran yang masuk kategori anggaran operasional antara lain Belanja Administrasi Umum dan Belanja Operasi dan Pemeliharaan.

2.    Anggaran modal /investasi
Anggaran modal menunjukkan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung, peralatan, kendaraan, perabot, dsb. Pengeluaran modal yang besar biasanya dilakukan dengan menggunakan pinjaman. Belanja investasi/modal adalah pengeluaran yang manfaatnya cenderung melebihi satu tahun anggaran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah, dan selanjutnya akan menambah anggaran rutin untuk biaya operasional dan pemeliharaannya. Adanya keterbatasan sumber daya, menyebabkan anggaran mempunyai trade offs, sebagian uang tidak dapat dialokasikan untuk suatu bidang tanpa mengurangi jumlah alokasi pada bidang yang lain, atau adanya penambahan jumlah pajak yang dibayar publik. Pemerintah tidak mungkin memenuhi permintaan seluruh stakeholder-nya secara simultan. Pemerintah memutuskan bidang mana yang akan didahulukan atau diprioritaskan. Anggaran berfungsi sebagai alat politis yang digunakan untuk memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan pada sektor tersebut.

3.    Anggaran tentative
Anggaran yang tidak memerlukan pengesahan dari lembagi legislatif karena kemunculannya yang dpicu oleh hal – hal yang tidak direncanakan sebelumnya

4.    Anggaran Enacted
Anggaran yang direncanakan kemudian, dibahas dan disetujui oleh lembaga legislative

5.    Anggaran dana umum
Dana umum digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintah yang bersifat umum dan sehari – hari. Anggaran untuk dana umum disebut anggaran dana umum

6.     Anggaran dana khusus
Dana khusus dicadangkan / dialokasikan khusus untuk tujuan tertentu, misalnya dana pelunasan utang yang digunakan khusus untuk pembayaran utang

7.    Anggaran Tetap
Dalam anggaran ini aprosiasi belanja sudah ditentukan jumlahnya di awal tahun anggaran. Jumlah tersebut tidak boleh dilampaui meskipun ada peningkatan jumlah kegiatan yang dilakukan.

8.    Anggaran fleksibel
Dalam anggaran fleksibel harga barang / jasa per unit telah ditetapkan namun jumlah anggaran secara keseluruhan akan berfluktuasi bergantung pada banyaknya kegiatan yang dilakukan.

9.    Anggaran eksekutif
Adalah anggaran yang disusun oleh lembaga eksekutif, dalam hal ini pemerintah.

10.  Anggaran legislatif
Adalah anggaran yang disusun oleh lembaga legislatif tanpa melibatkan pihak eksekutif

11.  Anggaran bersama
Yaitu anggaran yang disusun secara bersama – sama antar lembaga eksekutif dan legislative
12.  Anggaran komitte
Yaitu sebuah anggaran yang disusun oleh suatu komite khusus

F.    Prinsip-prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran
Richard Musgrave seperti yang dikutip Coe (1989) mengidentifikasikan tiga pertimbangan ekonomis mengepa pemerintah perlu terlibat dalam bisnis pengadaan barang dan jasa bagi masyarakat. Ketiga pertimbangan tersebut meliputi stabilitas ekonomi, redistribusi pendapatan, dan alokasi sumber daya.
Keterkaitan tiga hal tersebut dikarenakan pada umumnya sektor swasta hanya menyediakan “market goods”, sedang sektor pemerintah pada umumnya berkewajiban menyediakan “pure public goods” dan “partial public goods”. Pertimbangan pertama dan kedua pada umumnya hanya dapat dilakukan pemerintah pusat, sedangkan pertimbangan ketiga dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. Atas ketiga pertimbangan itulah anggaran diperlukan untuk perencanaan dan pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran dana dalam rangka pencapaian tujuan akhir pemerintah.
Lemahnya perencanaan anggaran memungkinkan munculnya underfinancing atau overfinancing yang akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektivitas anggaran. Dalam situasi seperti itu menyebabkan banyak layanan publik dijalankan secar tidak efisien dan kurang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan publik, sementara dana pada anggaran yang pada dasarnya merupakan dana publik habis dibelanjakan seluruhnya. Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini cenderung memperlemah peran pemerintah sebagai stimulator, fasilitator, koordinator, dan enterpreneur dalam proses pembangunan.


Pada dasarnya prinsip-prinsip dan mekanisme penganggaran relatif tidak berbeda antara sektor swasta dengan sektor publik (Henley et al, 1990). Siklus anggaran meliputi empat tahap yang terdiri atas:

1.      Tahap persiapan anggaran
 Pada tahap persiapan anggaran dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar taksiran pendapatan yang tersedia. Terkait dengan masalah tersebut, yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran, hendaknya terlebih dahulu dilakukan penaksiran pendapatan secara lebih akurat. Selain itu, harus disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika anggaran pendapatan diestimasi pada saat bersamaan dengan pembuatan keputusan tentang anggaran pengeluaran.
Dalam persoalan estimasi, yang perlu mendapat perhatian adalah terdapatnya faktor “uncertainty” yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, manajer keuangan publik harus memahami betul dalam menentukan besarnya suatu mata anggaran. Besarnya suatu mata anggaran sangat tergantung pada sistem anggaran yang digunakan. Besarnya mata anggaran pada suatu yang menggunakan “line-item budgeting” akan berbeda pada “input-output budgeting”, “program budgeting”,atau “zero based budgeting”
Di Indonesia, proses perencanaan APBD dengan paradigma baru menekankan pada pendekatan bottom up planning dengan tetap mengacu pada arah kebijakan pembangunan pemerintah pusat. Arah kebijakan pembangunan pemerintah pusat tertuang dalam dokumen perencanaan berupa GBHN, PROPENAS, RENSTRA, dan REPETA.
Sementara itu di tingkat daerah berdasarkan ketentuan PP No. 108 tahun 2000 pemerintah daerah disyaratkan untuk membuat dokumen perencanaan daerah yang terdiri atas PROPEDA (RENSTRADA). Dokumen perencanaan daerah tersebut diupayakan tidak menyimpang dari PROPENAS dan RENSTRA yang dibuat pemerintah pusat. Berdasarkan RENSTRADA yang telah dibuat serta analisis fiskal dan ekonomi daerah, menurut ketentuan PP No. 105 tahun 2000 pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD menetapkan arah dan kebijakan umum APBD, setelah itu pemerintah daerah menetapkan strategi dan prioritas APBD. REPETADA memuat program pembangunan daerah secara menyeluruh dalam satu tahun. REPETADA juga memuat indikator kinerja yang terukur untuk jangka waktu satu tahun. Pendekatan ini diharapkan akan lebih memperjelas program kerja tahunan pemerintah daerah, termasuk sasaran yang ingin dicapai dan kebijakna yang akan ditempuh untuk mencapai sasaran tersebut.
Penjabaran rencana strategis jangka panjang dalam REPETADA tersebut dilengkapi dengan:
a.     Pertimbangan-pertimbangan yang berasal dari hasil evaluasi kinerja pemerintah daerah pada periode sebelumnya.
b.     Masukan-masukan dan aspirasi masyarakat.
c.      Pengkajian kondisi yang saat ini terjadi sehingga bisa diketahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi.

2.      Tahap Ratifikasi Anggaran
Tahap ini merupakan tahap yang melibatkan proses politik yang cukup rumit dan cukup berat. Pimpinan eksekutif dituntut tidak hanya memiliki managerial skill namun juga harus mempunyai political skill, salesmanship, dan coalition building yang memadai. Integritas dan kesiapan mental yang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini. Hal tersebut penting karena dalam tahap ini pimpinan eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk menjawab dan memberikan argumentasi yang rasional atas segala pertanyaan-pertanyaan dan bantaha-bantahan dari pihak legislatif.

3.      Tahap Pelaksanaan Anggaran
Dalam tahap pelaksanaan anggaran, hal terpenting yang harus diperhatikan oleh manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem (informasi) akuntansi dan sistem pengendalian manajemen. Manajer keuangan publik dalam hal ini bertanggungjawab untuk menciptakan sistem akuntansi yang memadai dan handaluntuk perencanaan dan pengendalian anggaran yang telah disepakati, dan bahkan dapat diandalkan untuk tahap penyusunan anggaran periode berikutnya. Sistem akuntansi yang baik meliputi pula dibuatnya sistem penegndalian intern yang memadai.

4.      Tahap Pelaporan dan Evaluasi Anggaran
Tahap persiapan, ratifikasi, dan implementasi anggaran terkait dengan aspek operasional anggaran, sedangkan tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik, maka diharapkan tahap budget reporting and evaluation tidak akan menemui banyak masalah.














KESIMPULAN
Fungsi anggaran digunakan untuk menentukan pendapatan dan pengeluaran, bentuk dan melaksanakan kebijakan, menyediakan informasi publik dan untuk memastikan pengendalian hukum. Selain itu, pertimbangan ekonomi menunjukkan bahwa anggaran memiliki beberapa fungsi seperti dalam alokasi, distribusi dan stabilisasi.
Peran anggaran tergantung pada sistem anggaran yang telah didukung oleh struktur anggaran dan klasifikasi. Peningkatan yang cepat dalam belanja publik dan kompleksitas dalam kegiatan pemerintah telah membuat fungsi manajerial sangat sulit. Akibatnya sistem penganggaran tradisional yang diadopsi tidak bisa menanggapi variabel ini untuk memastikan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan rencana pembangunan. Dengan demikian, teknik penganggaran alternatif Perencanaan, Pemrograman dan Penganggaran Sistem dan Zero Base Penganggaran dikembangkan.

Penganggaran sektor publik merupakan proses yang sangat vital bagi organisasi sektor publik.  Anggaran Publik sangat penting, karena anggaran dapat membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat.   Disamping itu anggaran juga merupakan instrumen kebijakan fiskal pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekonomi melalui kebijakan pengeluaran dan perpajakan. Dengan anggaran pemerintah dapat mengalokasikan sumberdaya yang langka untuk menggerakan pembangunan sosial ekonomi, menjamin kesinambungan , dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan yang lebih penting lagi dapat merupakan sarana untuk menunjukkan akuntabilitas pemerintah terhadap publik. Anggaran sektor publik terdiri dari anggaran operasional dan anggaran modal/investasi.



DAFTAR PUSTAKA



Komentar

Postingan Populer